4/06/2014

. Aku melihat-nya-Aku melihatmu.


Masih terlalu hangat melekat. Jemarimu masih jelas menapak di telapak tanganku. Tanda kelahiran di tanganmu bahkan masih ku-hafal setiap bentuknya. Nama-mu belum runtuh, masih berdiri megah layaknya istana permaisuri-ku. Serdadu yang kutemui dalam peperangan hanya mampu melepaskan senyum. Panahnya tumpul. Namun mata-mata yang menghiasiku itu mampu membiusku, tatapan-nya sama seperti kamu menatapku. Sangat dalam. Ada sesuatu yang Ia selami di tubuhku, seperti waktu kamu menyelami-ku.Sangat dalam. Entah apa yang Ia selami dariku. Aku melihat-nya.Aku merasa melihatmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar