4/06/2014

Bangku Usang


Bangku usang itu pernah berkata kepadamu, bahwa aku mencintaimu.

Ukirannya masih tetap sama, hanya waktu yang menemani-nya kala itu tidak lagi disana. Entah kemana, tetapi waktu telah menggiring-ku hingga kini.

Bangku usang itu pernah bercerita kepadaku, bahwa kamu juga mencintaiku.

Retaknya pun masih sama ketika ia bertutur kepadaku, hanya kamu yang aku cinta tidak lagi bersama-ku.Entah mengapa, tetapi kamu terindah hingga kini.

Bangku usang itu kini bersedih, Ia meneteskan air dari mata. Ia memaki tubuhku bahkan ia sempat memarahkan-mu. Ia bertanya ; “Mengapa harus ada perpisahan?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar