7/16/2013

Ruang Sudutmu

Inilah sudut. ruang dimana kamu memulai rasa kagum kepadanya diam-diam

Inilah sudut. ruang dimana kamu memandang senyumnya yang mengembang dengan indah tanpa kamu ketahui

Inilah sudut. ruang dimana kamu menyimpan rasa cinta kepadanya tanpa terungkapkan” 

Inilah sudut. ruang yang tidak terlalu sempurna untukmu mendapatkannya

Pagi ini mentari cerah suhu udara yang terhirup begitu sejuk selepas hujan semalamkicau burung mengiringi langkah anggun dirinya
kamu terbiasa duduk terdiam memperhatikan keindahan setiap pagidi sudut yang tidak terlalu sempurna untuk memandang sebuah keindahankamu duduk bersandar pada sebuah dinding bangunan sekolah. sudut yang kusam dengan warna yang memudar. sudut yang dihiasi pasukan semut merah yang berbaris di dinding menatapmu curiga seakan penuh satu tanya. "sedang apa disitu?" terdengar seperti lirik lagu. namun itulah kenyataannya

Ia terus bergerak melambaikan senyumnya kepada setiap yang menyapanyalangkah dan senyumnya membuat jantungmu berdebar sahdumatanya seakan memanah. menembus di relung hatimu yang terdalam. yang mendasar dalam hatimudirinya mungkin tak pernah tahu tentangmu, karena aku yakin dirinya tidak ingin tahu tentangmumatamu tak berkedip sedetik pun tak berkedipentah unsur apa yang terkandung dalam dirinya. intinya wanita ini membuatmu keracunankeracunan yang membuatmu tergila kepada dirinyaseakan tak sadar kamu perhatikan ia tetap terus berjalan hingga wujudnya pun perlahan lahan menghilang di anak tangga yang ia tapak 
****
lonceng istirahat berbunyi merduterdengar sahdu untuk kami sebagai pelajarwaktu yang tidak terlalu lama untuk bebas. waktu tersingkat dalam sekolah. waktu senggang untuk kami membuat pekerjaan rumah. waktu kami untuk makan, minum, melepas tawa atau bahkan bercinta  yang kasmaran kamu kembali duduk menyudut setelah makan dan minum di kantin pelepas dahagaterdengar langkah lembut menuruni anak tangga kemudian disusul wujud yang kamu perhatikan tadi pagi
astaga!!! makhluk apa ini sebenarnya?” 
penasaranmu terlalu berencana untuk mengenalnya lebih. lebih dan lebih dari yang nampak padamukamu bertanya kepadaku yang duduk tepat di sampingmu
siapakah wanita itu?
lonceng berdering keras memotong pertanyaamu isyaratkan kami harus segera menyelesaikan istirahat ini dan melupakan pertanyaamu tadikami selalu duduk bersebelahankamu menaruh pandanganmu pada sebuah jendela bening yang terbayang hanyalah dia. dia yang kamu kagumi sedari tadi. sedari tadi yang mengganggu pikiranmu untuk memfokuskan diri memandang pelajaran dalam papan tulis bertinta hitam
“apa yang kamu bayangkan?tegur sapaku menanyakan tentang keadaannya
dengan pandangan kosong. Ia tersenyum sambil berkata“aku memikirkan dia. dia wanita yang ku lihat di setiap ku menyudut
*****
dinding tempatmu menyudut begitu terasa dingin yang terlihat memang begitu dingin karena hujan selalu turun menghujam beberapa hari ini setiap pagi aku masih melihatmu menantikan sosok yang kamu bilang indah. sosok yang selalu mengalihkan pandanganmu. sosok yang tak kamu ketahui siapa namanya karena kamu terlalu malu atau bahkan terlalu munafik untuk sekadar menyapanyayang kulihat dirinya memang begitu cantik dengan senyum manis dan rambut hitam yang tergerai warna tubuhnya pun putih beras Jepang tanpa noda dengan dua buah bola mata yang indah berbinar-binaryang terasa kamu memang cinta padanya namun dirimu hanya berani untuk menyudut tanpa mampu keluar dari tempat persembunyianmu ituyang terdengar kamu memang menyukainya namun hanya disudut itulah tempatmu memendam sukamu dalam diamyang terlihat memang indah senyum dari dirinya namun hanya mampu kamu lihat dari sudutmu yang penuh ilusi
Inilah ruang sudutmu yang tidak terlalu sempurna untuk memandang keindahan wanita seperti dirinya...

Add caption

Namaku Senja

Selalu menghabiskan waktu selepas penat seharian
senja mulai melunturkan keindahannya yg terlalu manis untuk menghilangkamu masih duduk terdampar di bibir pantai menatap laut terlihat seorang wanita muda berambut panjang semampai duduk menangis tersendu-sendu di atas dinding penahan ombak, entah siapa gerangan dirinya...
Ingin aku mengenal dan menghapus airmatanya, mungkin dia sedang patah hati
dengan langkah lembut kamu menghampiri wanita itu, yang nampak tertekan dalam batin... Hingga akhirnya wanita itu berdiri tegak diatas dinding penahan ombak tinggi dan mengepakan kedua lengannya berteriak 
Selamat Tinggal
Astaga!!!” 
Ia ternyata ingin mengakhiri hidupnya.Tubuhmu mulai berlari cepat untuk menyelamatkan hidup wanita itu yg hampir mati tertelan derasnya ombak lautan membiru


*****
beruntung...tanganmu masih berhasil meraih tangan wanita itu Jemarimu mengait erat tangannyanamun wanita itu bersikeras ingin mati tertelan ombak 
Lepaskan tanganku!” permintaan wanita itu kepadamu
Jika aku lepaskan kamu akan mati tenggelam
biarlah takdirku memang untuk tenggelam
tetapi tidak menenggelamkan diri seperti ini. Ayolah ku mohon jangan sia-sia kan hidupmu!!!
setelah bernegosiasi wanita itu akhirnya bersedia untuk melanjutkan hidupnya. melanjutkan kehidupan yang kenyataannya akan berakhir


*****
kamu ini siapa? untuk apa menyelamatkan hidupku? hidup yang semestinya sudah mati tenggelam bersama matahari yang terbenam indah” 
Astaga!!! kamu ini bicara apa? Bersyukurlah! kamu masih diberi kesempatan untuk hidup
tetapi hidupku tiada guna lagi”
itu hanya anggapanmu. tetapi bagi mereka yang sayang dengan kamu bagaimana? kamu adalah permata yang berguna untuk mereka
"Aku terlalu merepotkan mereka, Jadi untuk apa aku hidup? apa merepotkan itu yang kamu bilang berguna?"
percayalah hidupmu itu berguna untuk mereka dan masih banyak cara indah untuk mati tidak seperti ini
wanita itu tertunduk seakan mengimani perkataanmuperkataan yang menghujam relung hatinya yang paling dalam. mendasar bergelombang tanpa air
Lelaki ini benar untuk apa aku mati bodoh karena pada akhirnya aku akan mati perlahan
*****
Dengan langkah perlahan kamu mulai meninggalkannya
ia tampak masih tertunduk menyesali perbuatannya
dan ketika kamu hampir benar pasti meninggalkannya
ia menyuguhkan kepalanya menyadari bahwa kamu telah tiada di hadapannya
kemudian ia kembali berteriak keras menanyakan namamu
Hey kamu...siapa namamu?”
dengan langkah lembutmu, kamu pun menjawab tanpa menoleh kehadapannya
Namaku Senja...Senja Utomo”


Add caption

Aku Menunggu Untuk Mengenalmu

menunggu, mengaitkan harapan dengan waktu
entah kapan bis jurusan blok m itu akan tiba 
yang jelas aku masih menanti kehadiran bis itu di halte Harmoni

aku melihat seorang wanita bergerak di antara kerumunan seakan hanya aku yang terdiam mengembangkan senyum melihatnya
Ia melangkah lembut diantara kasarnya langkah yang kudengar

anggun” begitulah celetukku

Ia melangkah seperti peri cantik dengan rambutnya yang semampai
ku perhatikan lagi lagi dan lagi ternyata ia berjalan menuju halte

astaga!!! Ia menghampiriku” 

terdengar percaya diri namun itulah harapan 
ku perhatikan setiap langkah demi langkah yang akhirnya terhenti di sebuah bangku halte yang sesak terpenuhi para penunggu. karena halte memang tempat untuk menunggu

aku yang berdiri menunggu bis sedari tadi melihat wanita itu seakan ingin duduk. duduk dimana?

yaa tepat....duduk disamping wanita itu tentunya
tetapi lihatlah bangku terpenuhi

lalu bagaimana aku bisa duduk?” otakku berpikir keras

kemudian terbesit kata “menunggu

menunggu, momentum yang tepat untuk mengenalnya lebih lanjut

astaga!!!” tersadar ternyata aku menunggu dua hal
menunggu kedatangan bis dan menunggu untuk bisa mendekat kepada wanita itu

*****

selang beberapa waktu kemudian bangku itu hampir benar benar kosong hanya ada dia
langkah kecilku mulai merapat menuju bangku panjang

permisi!bolehkah saya duduk disini?

silahkan” wanita itu membalas dengan senyum manis

kini aku duduk tepat disampingnya
astaga!!!” Jantung ini mulai meletup-letup berada didekatnya
gelombang frekuensi untuk mengenalnya seakan tak tertahan gerak tubuhku yang mulai salah tingkah
hingga pada akhirnya mulut pun berbicara

kalau boleh tahu kamu nunggu apa? aku perhatikan bis sudah lewat semua

aku nunggu seseorang, kamu sendiri nunggu apa?

*****

Add caption

Sepanjang Jalan

malam begitu dingin menyelimuti
kaki ini seakan tak mampu lagi menopang tubuh
kami berjalan menyusuri Jalan menuju stasiun kereta 
langkah kaki kami sudah berjalan sepanjang ini 

dirimu melangkah dengan ransel yang kau bawa di punggungmu
entah apa yang kamu bawa dalam ranselmu, tapi yang ku lihat itu begitu berat
hidup ini seperti Jalan ber-aspal, mulus ketika kamu sentuh dengan terbangun kasar ketika kamu sentuh dengan terjatuh
remang lampu kota menemani langkah kami walau sesungguhnya bulan telah menerangi kami

*****

kamu seperti begitu letih yang kulihat
langkahmu tertatih seakan tak mampu mengimbangi langkahku yang terbiasa berjalan jauh
aku memaklumi lelaki seperti kamu mana kuat berjalan sepanjang ini

kakimu letih berjalan seperti ini?

tidak, apakah masih jauh stasiunnya?

mungkin 500 meter lagi dari sini

astaga!!!

kenapa? kamu tak sanggup

aku sanggup sanggup, sudah biasa jalan seperti ini” 

kamu berkata begitu tetapi raut wajahmu berbeda dari yang kamu katakan

*****

mataku terperanjak pada pembatas jalan yang berwana hitam putih lambangkan kebenaran atau kesalahan
terkadang tinggi terkadang rendah menggambarkan kehidupan terkadang di atas terkadang dibawah berputar bagai roda kendaraan yang berlalu lalang di sekitar kami 
hidup ialah roda kendaraan yang harus dikendalikan, ketika dikendalikan dengan teliti roda itu akan menghantarkan pada pemberhentian yang sempurna seperti yang diharapkan tetapi ketika dikendalikan dengan lalai roda itu akan menghantarkan pada pemberhentian yang tidak sempurna dan itu jelas tidak diinginkan oleh siapapun

kamu masih terlalu cepat untuk langkahku
perempuan itu memang membuatku gila dengan membawaku jalan sejauh ini
tetapi sudahlah...aku nikmati saja setiap langkahnya
aku mencoba mengiringi laju kakimu namun tetap kakiku tak mampu mengimbangi kakimu yang sangat sangat hebat


kini jalan membentang ke segala arah
bagaikan empat mata penjuru yang membuat langkahku terhenti dan memaksaku mengingat kembali jalan yang seharusnya
lelaki ini sudah cukup lelah aku bawa sampai sepanjang ini hingga ia menggantungkan pertanyaan kepadaku akibat langkahku yang terhenti

kenapa berhenti?” 

tidak apa-apa, aku lupa jalan yang harus dilewati” 

astaga, sudah sejauh ini baru kamu bilang lupa!!!

maaf!!! aku kan manusia wajarlah punya pikiran lupa

seperti nenek nenek kamu” lelaki itu mengejekku dengan lidah yang menjulur keluar 

*****

kini kamu telah sampai persimpangan jalan
persimpangan yang membuat kamu harus berpikir keras kemana langkah ini seharusnya berjalan
karena hidup harus terus berjalan tidak stagnasi di waktu ini dan tidak untuk kembali lagi ke bangsal masa lalu
aku melakukan pereggangan lurus sempurna 
kaki mulai terasa letih untuk berdiri menopang tubuh
aku menghela nafas mengatur irama detak jantung yang terpompa cepat selama perjalanan tadi

Ayo kemana kita harus melangkah?” 

Ikuti langkahku!” Jawab perempuan itu lantang

Tubuhmu mulai kembali melangkah dan aku pun mengikuti langkahmu dari belakang mengamati ransel di punggungmu

*****

aku mencoba mengulang kembali jalan yang pernah aku tapaki dengannya
jalan yang membawaku pada rekaman kisah masalalu yang begitu kelam
pikiranku masih ter-ngiang tentang bayangnya
sebenarnya aku tidak lupa akan jalan ini dan tempat yang akan aku tuju denganmu
aku hanya tidak mampu menahan ingatanku bersamanya di sepanjang jalan ini

aku pun kembali ke bangsal masa lalu ku...

*****

kaki ini sudah terlalu jauh melangkah dari tempat dimana langkah ini bermula
namun tujuan kami belum tertemukan
aku kembali menggantungkan pertanyaan kepada perempuan ini

masih jauh? apa kamu benar benar ingat jalannya?

tidak jauh di persimpangan itu nanti kita belok kanan

baiklah...aku menyaksikan persimpangan itu dan letaknya pun tidak terlalu jauh dari tempatku melangkah

*****

lelaki ini sudah teramat lelah
kamu hanya mampu menggumam tanpa kata karena sekujur tubuhmu kini dihinggapi rasa letih
setibanya kami di stasiun itu, kami menunggu kehadiran kereta 

menunggu hanya butuh waktu~
menunggu hanya butuh sabar~
menunggu hanya butuh ikhlas~
menunggu hanya bisa berharap~
menunggu hanya bisa berdiam~

hanya kata-kata itu yang menjalar di sekitar otakku ketika menunggu

*****

tik tok tik tok

waktu pada dinding stasiun mengayun dengan indah menaruh tubuhku pada sebuah epilog
malam mulai menghujamku dan melumuriku dengan lelah tanpa sadar
kereta pun datang dengan sinar harapan
yang siap menghantarkanku pada pemberhentian yang sempurna untuk aku mulai kembali bermimpi...



Cerita 5 Rupa

-kecebong-

Istilah lain dari berudu (anak katak)
kamu menyebutnya demikian, entah kenapa kamu meyebutnya kecebong
kecil tetapi menggigit atau kecil cabe rawit itulah gambaran sekilas dari dirinya

kamu mengenalnya saat sekolah dasar 
dirinya memang seperti itu sedari dulu mungil namun penuh dengan energi di dalam tubuhnya
yang kamu tahu dirinya memang pintar sedari dulu hingga sekarang pun begitu

kamu tidak berjumpa dengannya hampir tujuh tahun
sesuatu yang berbeda kini nampak kamu lihat
gadis kecil yang kamu kenal saat sekolah dasar kini menjelma menjadi gadis sekolah menengah atas 

dekat mendekat itulah kenyataannya sekarang
kamu dan dia kini dekat melekat tapi tidak panas hanya sekadar hangat
gerakmu tidak ekplosif namun cukup meletup-letup untuk ukuran lelaki
dirinya pun melakukan gerak. gerak pasif yang hanya bisa menunggu dan berharap 

-kambing-

Ia menyebutmu begitu, entah apa yang ada dipikirannya hingga terlintas hewan itu
mungkin kamu sedikit berbulu atau kurang gemuk. itu mungkin. karena aku yakin jika aku menceritakan sosokmu yang sesungguhnya kamu tak akan percaya

aku selalu nyaman saat berada di dekatmu

kamu seakan menemui keteduhan dalam terik panas
kamu serasa mendapatkan kesejukan dalam hembusan api
itu hanya saat berada di dekat tubuhnya

aku selalu menantikan saat itu~saat aku menyentuh lembut tanganmu dan mendekapnya dalam dadaku

kamu begitu berharap waktu berputar kembali seakan tak sadar semua telah pergi dan menghilang
karena menurutku berharap kembali itu ibarat kamu merubah matahari untuk malam dan merubah bulan untuk siang. sangat ironi...
yang sudah biarlah sudah. seperti pepatah mengatakan 

kalau jodoh tak akan pergi kemana-mana” 


cinta takkan kemana-mana” terdengar seperti lirik lagu

karena aku yakin suatu saat nanti cinta akan menjamahmu dengan caranya sendiri

-kuda nil-

Kuda nil alias Hippopotamus amphibius. kamu menyebutnya begitu sedari awal berkenal
entah bagaimana latar belakang yang bisa membuatmu menyapanya dengan panggilan kuda nil, kalian mengira perempuan ini bertubuh besar atau pun sejenisnya
tidak...tidak...tidak...dia tidak terlalu besar untuk ukuran manusia walaupun memang tubuhnya sedikit berisi

yang aku lihat dia nampaknya sangat mencintaimu bahkan lebih dari yang kamu tahu
maaf !!! itu mungkin hanya penglihatanku saja
tetapi memang dia mencintaimu
mungkin karena kamu sering dibilang jelmaan artis idolanya, entahlah... itu hanya pengakuannya kepadaku

Ia seperti mengharapkamu kembali. kembali menggenggam tangannya, kembali berjalan bersamanya,
kembali mengulang masa masa indahnya
singkatnya semua berhubungan dengan kembali

aku mengerti walaupun semuanya tak akan ada yang kembali. karena bagimu kembali itu hanya seperti mengulang luka yang sudah terluka
tetapi dia menginginkannya untuk kembali, bagaimana? berminat?

-onta-

seperti tak terima kamu panggil dengan sapaan kuda nil dia menyapamu dengan onta
bayangkan, apa yang ada dipikiranmu tentang onta?
hewan gurun pasir berpunuk yang sedikit tinggi walaupun kenyataannya dirimu memang sedikit tinggi. maafkan aku. aku harus bicara jujur padamu

aku membahas tentang kalian. kuda nil dan onta
hewan yang sama sama lambat dalam melangkah
hewan yang sama sama malas. yang aku tahu seperti itu
kalian mempunyai kesamaan namun tak serupa
habitat kalian berbeda
kuda nil lebih suka habitat yang basah sedangkan onta dengan habitat yang kering

sesungguhnya cinta kamu dengannya itu sama namun tidak serupa. jikalau harus terputus mungkin Tuhan punya rencana lebih indah untuk kalian

-kerbau-

hewan terakhir yang aku ceritakan kepadamu
kamu dan dia saling menyapa seperti itu
mungkin terlalu dini jikalau aku menganggapnya sama
karena kamu dan dia tidak sama sebenarnya hanya kebetulan saja sama

entah siapa yang mulai memanggil dengan sebutan kerbau karena aku tidak tahu menahu tentang hal itu

kamu lelaki dengan kebaikannya, kerendahan hati dan sedikit tampan, maaf kalau aku bilang sedikit karena kamu memang tidak terlalu tampan untukku
kamu lebih suka memperhatikan dan suka membincangkan hal yang kamu kurang tahu kepadanya
sedangkan dia perempuan dengan kebaikannya, keramahannya dan sedikit cantik, maaf kalau aku bilang sedikit karena yang tampan dan yang cantik hanya titipan. ingat itu hanya titipan!!!
dia lebih suka diam dan menceritakan hal yang menurutmu tidak penting. Ia mempunyai hobi yang unik dan hobi itu cukup membuatmu tergengang

*****


Add caption