Selalu menghabiskan waktu selepas penat seharian
senja mulai melunturkan keindahannya yg terlalu manis untuk menghilangkamu masih duduk terdampar di bibir pantai menatap laut terlihat seorang wanita muda berambut panjang semampai duduk menangis tersendu-sendu di atas dinding penahan ombak, entah siapa gerangan dirinya...
“Ingin aku mengenal dan menghapus airmatanya, mungkin dia sedang patah hati”
dengan langkah lembut kamu menghampiri wanita itu, yang nampak tertekan dalam batin... Hingga akhirnya wanita itu berdiri tegak diatas dinding penahan ombak tinggi dan mengepakan kedua lengannya berteriak
“Selamat Tinggal”
“Astaga!!!”
Ia ternyata ingin mengakhiri hidupnya.Tubuhmu mulai berlari cepat untuk menyelamatkan hidup wanita itu yg hampir mati tertelan derasnya ombak lautan membiru
*****
beruntung...tanganmu masih berhasil meraih tangan wanita itu Jemarimu mengait erat tangannyanamun wanita itu bersikeras ingin mati tertelan ombak
“Lepaskan tanganku!” permintaan wanita itu kepadamu
“Jika aku lepaskan kamu akan mati tenggelam”
“biarlah takdirku memang untuk tenggelam”
“tetapi tidak menenggelamkan diri seperti ini. Ayolah ku mohon jangan sia-sia kan hidupmu!!!”
setelah bernegosiasi wanita itu akhirnya bersedia untuk melanjutkan hidupnya. melanjutkan kehidupan yang kenyataannya akan berakhir
*****
“kamu ini siapa? untuk apa menyelamatkan hidupku? hidup yang semestinya sudah mati tenggelam bersama matahari yang terbenam indah”
“Astaga!!! kamu ini bicara apa? Bersyukurlah! kamu masih diberi kesempatan untuk hidup”
“tetapi hidupku tiada guna lagi”
“itu hanya anggapanmu. tetapi bagi mereka yang sayang dengan kamu bagaimana? kamu adalah permata yang berguna untuk mereka”
"Aku terlalu merepotkan mereka, Jadi untuk apa aku hidup? apa merepotkan itu yang kamu bilang berguna?"
“percayalah hidupmu itu berguna untuk mereka dan masih banyak cara indah untuk mati tidak seperti ini”
wanita itu tertunduk seakan mengimani perkataanmuperkataan yang menghujam relung hatinya yang paling dalam. mendasar bergelombang tanpa air
“Lelaki ini benar untuk apa aku mati bodoh karena pada akhirnya aku akan mati perlahan”
*****
Dengan langkah perlahan kamu mulai meninggalkannya
ia tampak masih tertunduk menyesali perbuatannya
dan ketika kamu hampir benar pasti meninggalkannya
ia menyuguhkan kepalanya menyadari bahwa kamu telah tiada di hadapannya
kemudian ia kembali berteriak keras menanyakan namamu
“Hey kamu...siapa namamu?”
dengan langkah lembutmu, kamu pun menjawab tanpa menoleh kehadapannya
“Namaku Senja...Senja Utomo”
senja mulai melunturkan keindahannya yg terlalu manis untuk menghilangkamu masih duduk terdampar di bibir pantai menatap laut terlihat seorang wanita muda berambut panjang semampai duduk menangis tersendu-sendu di atas dinding penahan ombak, entah siapa gerangan dirinya...
“Ingin aku mengenal dan menghapus airmatanya, mungkin dia sedang patah hati”
dengan langkah lembut kamu menghampiri wanita itu, yang nampak tertekan dalam batin... Hingga akhirnya wanita itu berdiri tegak diatas dinding penahan ombak tinggi dan mengepakan kedua lengannya berteriak
“Selamat Tinggal”
“Astaga!!!”
Ia ternyata ingin mengakhiri hidupnya.Tubuhmu mulai berlari cepat untuk menyelamatkan hidup wanita itu yg hampir mati tertelan derasnya ombak lautan membiru
*****
beruntung...tanganmu masih berhasil meraih tangan wanita itu Jemarimu mengait erat tangannyanamun wanita itu bersikeras ingin mati tertelan ombak
“Lepaskan tanganku!” permintaan wanita itu kepadamu
“Jika aku lepaskan kamu akan mati tenggelam”
“biarlah takdirku memang untuk tenggelam”
“tetapi tidak menenggelamkan diri seperti ini. Ayolah ku mohon jangan sia-sia kan hidupmu!!!”
setelah bernegosiasi wanita itu akhirnya bersedia untuk melanjutkan hidupnya. melanjutkan kehidupan yang kenyataannya akan berakhir
*****
“kamu ini siapa? untuk apa menyelamatkan hidupku? hidup yang semestinya sudah mati tenggelam bersama matahari yang terbenam indah”
“Astaga!!! kamu ini bicara apa? Bersyukurlah! kamu masih diberi kesempatan untuk hidup”
“tetapi hidupku tiada guna lagi”
“itu hanya anggapanmu. tetapi bagi mereka yang sayang dengan kamu bagaimana? kamu adalah permata yang berguna untuk mereka”
"Aku terlalu merepotkan mereka, Jadi untuk apa aku hidup? apa merepotkan itu yang kamu bilang berguna?"
“percayalah hidupmu itu berguna untuk mereka dan masih banyak cara indah untuk mati tidak seperti ini”
wanita itu tertunduk seakan mengimani perkataanmuperkataan yang menghujam relung hatinya yang paling dalam. mendasar bergelombang tanpa air
“Lelaki ini benar untuk apa aku mati bodoh karena pada akhirnya aku akan mati perlahan”
*****
Dengan langkah perlahan kamu mulai meninggalkannya
ia tampak masih tertunduk menyesali perbuatannya
dan ketika kamu hampir benar pasti meninggalkannya
ia menyuguhkan kepalanya menyadari bahwa kamu telah tiada di hadapannya
kemudian ia kembali berteriak keras menanyakan namamu
“Hey kamu...siapa namamu?”
dengan langkah lembutmu, kamu pun menjawab tanpa menoleh kehadapannya
“Namaku Senja...Senja Utomo”
![]() |
| Add caption |
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar