11/13/2013

Mungil

Telanjang, hanya kaki, 
basah kuyup, suara sayup, penuh suka walau duka
mungil-mungil tak berhenti, menari-nari ketika riuh, berlari-lari ketika haru
demi hanya selembar koin rupiah gambar pahlawan, 
"kemana pahlawan kemiskinan?" mungil bertanya.
aku hanya menemukanmu disini, tertidur di lembaran yang aku cari-cari, mungkin karena itu ia mencari,
"meski hanya dimensi tak berisi, dia pahlawanku" begitu ia berkata.
mungil-mungil menyuguhkan tudung untuk berlindung, bagi mereka yang ingin berlindung
bergerak-bergerak diantara diam-diam, melepas senyum menawarkan pelindung
aku bertanya "dimana tempat berlindung?" 
semua langit berdebu penuh airmata marabahaya, "disini tuan, di tudung mungilku" mungil berkata.
kamu menghadirkan tudungmu, aku berlindung dibawah tudungmu ketika langit mendungmu.
mungil-mungil menghantarkan kehangatan dengan tubuh yang menggigil...

Jakarta, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar