“Tali persahabatan itu lebih kuat daripada tali percintaan”
“Ternyata benar omongan itu tidak bisa digenggam”
“Maaf tidak ada tayangan ulang”
“Biarkan aku memilih jalanku sendiri tanpa kau menuntun aku dengan jari jemarimu”
“Gelap mulai menaungi tubuhmu yang terang”
“Kota ini sudah terlalu ramai dengan hingar-bingar manusia”
“Semua harus ada Indikator”
“Sudahlah sudah, jangan biarkan hatimu jatuh lebih dalam lagi dari sebelumnya”
“Jarum pada waktu di dinding mengayun indah deskripsi tentang bintang yang mulai larut oleh gelap”
“Inilah zaman dimana semua telah berbanding terbalik dengan aturan yang sudah tercipta oleh Sang Pencipta”
“Biarkan semua pada lintasannya yang akan menuntunmu pada pemberhentian yang sempurna”
“Malam mulai menghujamku dan melumuriku dengan lelah tanpa sadar”
“Seperti kata orang bijak, ambil yang baik dan buang yang buruk”
“Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, termasuk diriku”
“Manusia membutuhkan manusia sebagai bahan untuk menginspirasi kehidupannya sebagai manusia”
“Selalu ada beban di setiap pundak manusia untuk setiap harinya, itulah tanggung jawab nyata yang dititipkan oleh Tuhan”
“Kemana perginya senyuman manismu, ketika senja mulai menyapa tubuhku?”
“Kamu, hukum gravitasi bumi dalam hidupku
selalu menjatuhkan aku di atas permukaan hatimu”
“Aku dan kamu, ibarat dua kutub magnet yang berbeda namun saling tarik menarik”
“Aku memandangmu kagum dalam diamku”
“Aku terlalu lama bertahan dan menahan, bahkan ketika hujan menetes pun aku masih bertahan untukmu dan menahan rindu padamu”
“Selalu kurindukan tulisan pesan singkatmu walaupun itu benar-benar sangat singkat”
“Pesan singkat yang di akhir kalimatnya selalu kau sisipkan titik dua bintang atau tanda cinta”
“Bibirku tak mampu menuturkan apa yang ditulis tanganku, lisan tak mampu menulis dan tulisan tak mampu berbicara”
“Maaf tidak sempat memilikimu”
“Manusia selalu diciptakan dengan fungsi dan bentuk yang berbeda satu dengan yang lain, jika terjadi kemiripan itu berarti hanya satu taksonomi”
“Mungkin salahku melewatkanmu”
“Mungkin aku terlambat menyambutmu”
“Sungguh terlalu khayal menarikmu kembali lagi dalam dimensiku dan membalutmu dengan waktu terindah”
“Berharap kembali, ibarat mengubah bulan untuk siang dan matahari untuk malam”
“Sudahlah diam! Terlalu percuma kau membuang waktu hanya demi kata kembali”
“Semua telah pergi dan menghilang”
“Sikapku menggumam menahan pesonamu”
“Apa yang telihat itu lah yang tertulis”
“Apa yang terdengar itu lah yang tertulis”
“Dan apa yang terasa itu lah yang tertulis”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar